Komunikasi dalam Keluarga Perspektif Al-Qur’an
Telaah As-Shaffat 102-107
DOI:
https://doi.org/10.15642/jki.2026.16.1.130-154Keywords:
family communication, dialogical communication, prophet Ibrahim, prophet Ismail, as-Shaffat, comparative tafsirAbstract
Pada abad ke-21, ketidaksiapan orang tua dalam mendidik anak menjadi salah satu persoalan keluarga yang dapat memicu masalah sosial dan perilaku. Penelitian kepustakaan ini mengkaji komunikasi dialogis dalam keluarga Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail berdasarkan Q.S. as-Shaffat [37]:102–107. Ayat tersebut dianalisis menggunakan metode muqaran dengan membandingkan Tafsir al-Jalalain tafsir klasik dan Tafsir al-Misbah tafsir kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola komunikasi dialogis Ibrahim dan Ismail sebagai model komunikasi keluarga dalam perspektif Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi verbal dan dialogis yang mencakup pembukaan dialog, penyampaian pesan, kesempatan menyampaikan pendapat, respons, partisipasi, kesediaan bersama, dan ketaatan terhadap perintah Allah. Ibrahim mempertahankan otoritas orang tua dengan kasih sayang, penghormatan, dan keterbukaan, sedangkan Ismail menunjukkan cinta, hormat, kesabaran, partisipasi, dan ketaatan. Penelitian ini merumuskan model komunikasi dialogis berbasis tauhid yang memadukan otoritas orang tua dan agensi anak.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agus firmansyah Firmansyah, Yumidiana Tya Nugraheni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









