Menjaga Warisan Budaya

Adaptasi Praktik Konseling Indigenous Terhadap Era Digital di Kota Pekalongan

Authors

  • Nadhifatuz Zulfa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Maskhur Maskhur UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Muhamad Rifa`i Subhi Subhi UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.29080/jbki.2024.14.2.91-103

Keywords:

Konseling Indigenous;, Masyarakat Kota Pekalongan;, Era Digital

Abstract

This research aims to investigate how Indigenous counseling practices in the city of Pekalongan adapt to the digital era while preserving local cultural heritage and traditions. The city of Pekalongan has a rich cultural heritage, including counseling practices deeply rooted in the culture and values of the local community. However, with the rapid advancement of digital technology, counseling practitioners are faced with new challenges in maintaining traditional aspects while harnessing the potential of technology. This research uses a qualitative approach to gain in-depth insights into the adaptation strategies employed by indigenous counseling practitioners in the city of Pekalongan. Data were collected through interviews with experienced counseling practitioners, as well as observations of their interactions with clients in a digital context. The research results show that indigenous counseling practitioners in Pekalongan City adopt diverse indigenous approaches and integrate digital technology into their practices without losing cultural roots and traditional values. They developed strategies to maintain the authenticity of Indigenous counseling practices while leveraging technological features to enhance service accessibility and the effectiveness of counseling interventions with local wisdom.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdi, S, dkk. (2018). Peranan Nilai-Nilai Sarak Opat dalam Budaya Masyarakat Gayo terhadap Pemahaman Karir: (Indigenous Counseling Reviewed With Social

Arifin, S. (2013). “Konseling Indigenous Pesantren: Teknik Pengubahan Tingkah Alku Kalangan Pesantren”. Jurnal Lisan Al Hal, Volume 5 No.1 Juni 2013.

Astiani (2018) Nilai Indigenous Saprahan Melayu Pontianak Kalimantan Barat. Makalah. Tidak diterbitkan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). (2014). Laporan Akhir: Studi Identifikasi Kearifan Lokal Dalam Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Di Eks Karesidenan Pekalongan. Semarang: CV.Tampomas

Gergen, K. J., et., al. (1996). “Psychological Science in Cultural Context”. Journal American Psychologist 51, 496-503, 1996.

Ha Chong, F. H., & Hung-Yi, L.(2002). Indigenous Counseling in the Chinese Cultural Context: Experience Transformed Model. Asian Journal of Counselling, 9(1&2): 49–68.

Helaluddin. (2018). Mengenal Lebih Dekat Pendekatan Fenomenologi: Sebuah Metodologi Kualitatif. Banten: UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Hendro, E.P dan Suzanna Ratih Sari. (2018). “Melestarian Kawasan Konservasi Sebagai Landasan Budaya Dalam Perencanaan Kota Pekalongan”, Tata Loka, 20(4), 384-398

Hidayat, F. (2010). Antropologi Sakral: Revitalisasi Tradisi Metafisik Masyarakat Indigenous Indonesia. Jakarta: IPS Press.

Hwang, KK. (2010). “Way to Capture Theory of Indigenous Psychology”. Journal Psychological Studies 55(2), 96–100, 2010.

Kastolani, & Yusof, A. (2016). “Relasi Islam dan Budaya Lokal: Studi Tentang Tradisi Nyadran di Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang, Kontemplasi, 04(01), 51-74

Kholiq, A. (2015). “Pendidikan Agama Islam dalam Kebudayaan Masyarakat Kalang”. Jurnal at-Taqaddum, 7(2), 327-345

Kim, U., Yang, Kuo-Shu., Hwang, Kwang-Kuo. (2006). Indigenous and Cultural Psychology (terj). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Kinasih, D. (2013). Interaksi Masyarakat Keturunan Arab Dengan Masyarakat Setempat Di Pekalongan. Jurnal Komunitas, 5(1), 38-52

Mappiare, A. (2017). Meramu Model Konseling Berbasis Budaya Nusantara: KIPAS (Konseling Intensif Progresif Adaptif Struktur). Malang: Universitas Negeri Malang

Marhamah, U, dkk. (2015) “Indigenous Konseling: Studi Pemikiran Kearifan Lokal Ki Ageng Suryomentaram dalam Kawruh Jiwa”. Jurnal Bimbingan Konseling, 4 (2), 6, 2015.

Meleong , L. J. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Nasution, H.S., & Abdillah. (2019). Bimbingan Konseling: Konsep Teori dan Aplikasinya. Medan: LPPPI

Nurdin, I dan Sri Hartati. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat Cendekia

Patilima, H. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Prayitno dan Erman Amti. (2015). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: PT.Rineka Cipta

Rachmawati, RR. (2016). Konseling Budaya Pesantren: Studi Deskriptif terhadap Pelayanan Bimbingan Konseling Bagi Santri Baru. Konseling Religi. Vol.7 No.1 Juni 2016.

Rahayu, N.T dkk (2014), berjudul model Pewarisan Nilai-nilai budaya Jawa Melalui pemanfaatan Upacara Ritual

Rahayu, P. (2019). Pengaruh Era Digital Terhadap Perkembangan Bahasa Anak. Al-Fathin Vol. 2 Edisi Januari-Juni 2019. 47-59

Rahmawati, RR. (2016). “Konseling Budaya Pesantren: Studi Deskriptif terhadap Pelayanan Bimbingan Konseling Bagi Santri Baru”. Konseling Religi, 7(1), 61-84

Rangka, I.B. (2016) “Konseling Indigenous : Rekonstruksi Konseling di Tengah Ragam Budaya”. Prosiding Seminar Bimbingan dan Konseling 2016. Padang, 19-20 Maret 2016.

Rosidin. (2016). Tradisi Lopis Raksasa dalam perspektif Kerukunan Umat Beragama di Kota Pekalongan. Al Ulum, 16 (1), 15-35

Saputra, WNE. (2016). Identifikasi Karakteristik Konselor Efektif Berdasarkan Tokoh Punakawan Bagong. Jurnal Konseling dan Pendidikan. Volume 4 Nomor 1, Februari 2016, Hlm 59-66

Saputra,N. W., Bhakti P Caraka (2015) Telaah Karakter Ideal Konselor Berdasarkan Tokoh Punakawan Semar. Desember 2015. http:/bk.unnes.ac.id

Sarwono, R.B. (2018). Menggugah semangat indigenous dalam praksis konseling di Indonesia. Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling) 2 (1), 1 – 8 | 2018 ISSN: 2580-216X (Online) Available online at: http://prosiding.unipma.ac.id/index.php/SNBK/index

Setiawan, W. (2017). Era Digital dan Tantangannya. Seminar Nasional Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Sue, D. W., & Sue, D. (2008). Counseling The Culturally Diverse: Theory and Practice. USA: John Wiley & Sons, Inc.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta

Sukmawan dkk. (2015). “Kajian Nilai-nilai Budaya Jawa dalam Tradisi Bancaan Weton di Kota Surakarta”. Jurnal Lingua, Vol. 12, No. 2, September 2015.

Uswatun. (2015). “Indigineous Konseling”. Jurnal Bimbingan Konseling UNNES, 3(2), 6, 2015.

Zamroni, E. (2016). “Counseling bodel based on Gusjigang culture : conceptual framework of counseling model based on local wisdom in Kudus”. Guidena Jurnal. Vol 6 No. 2 -2016

Zulfa, N. (2020). “Indigenous Counseling Practice In Pekalongan City”. Jurnal Konseling Religi. 11(1), 36-54

Zulfa, N., Himawanti, I. & Fateha, S. (2023). Grave Pilgrimage Tradition of Pekalongan Community as Self Healing in a Psychological Perspective. Jousip: Journal of Sufism and Psychotherapy. 3(1), 33-48

Downloads

Published

2023-12-05

How to Cite

Zulfa, N. ., Maskhur, M., & Subhi, M. R. S. (2023). Menjaga Warisan Budaya: Adaptasi Praktik Konseling Indigenous Terhadap Era Digital di Kota Pekalongan. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 14(2), 91–103. https://doi.org/10.29080/jbki.2024.14.2.91-103

Issue

Section

Articles