Model Konseling TERUS: Intergrasi Nilai Tepo Seliro dan Rukun Agawe Santosa dalam Menghadapi Keberagaman Sosial-Keagamaan

Authors

  • Anisa Yulia Kurniawati Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
  • Fendi Krisna Rusdiana Jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

DOI:

https://doi.org/10.29080/jbki.2025.15.1.21-30

Keywords:

Multicultural Counseling;, Rukun Agawe Santosa, Tepo Seliro

Abstract

Socio-religious diversity in Indonesia is both a richness and a challenge which, if not properly managed, may trigger conflicts and divisions. East Java, as a multicultural region, possesses local wisdom in the form of the values Tepo Seliro (empathy and tolerance) and the motto Rukun Agawe Santosa (harmony brings prosperity), both of which are relevant for strengthening social harmony. This study aims to propose a counseling model based on East Javanese local wisdom in addressing diversity, employing a literature review method on multicultural counseling and Javanese culture. The findings indicate that the integration of these two values gives rise to the TERUS Counseling Model (Tepo Seliro & Rukun Agawe Santosa), which emphasizes four stages: cultivating empathy, self-reflection, fostering harmony, and achieving collective well-being. This model offers advantages such as simplicity, cultural relevance, and alignment with universal Islamic values. However, it also has limitations, particularly in its applicability beyond the Javanese cultural context, and requires specific training for counselors to internalize these values effectively. Therefore, the TERUS Model is deemed a feasible multicultural counseling approach that can strengthen tolerance, prevent conflict, and build a peaceful and inclusive society. This study contributes to multicultural counseling literature by proposing a culturally grounded counseling model that integrates Javanese local wisdom into a structured conceptual framework.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Booth, A., Papaioannou, D., & Sutton, A. (2012). Systematic Approaches to a Succesful Literature Review. Sage Publications.

Creswell, J. W. J. D. C. (2018). Research Desain Qualitative, quantitative and mixed methods Approaches. In Introducing English Language. https://doi.org/10.4324/9781315707181-60

Goetz, J. ., Keltner, D., & Thomas, E. S. (2010). Compassion: An Evolutionary Analysis and Empirical Review. Psychological Bulletin, 136(3), 351–374.

Gumilang, G. S. (2015). Urgensi Kesadaran Budaya Konselor dalam Melaksanakan Layanan Bimbingan dan Konseling untuk Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan Dan Konseling, 5(2), 45–58.

Hamdi, Z. (2020). Pluralisme Sosial Keagamaan Menuju Karakter Bangsa yang Shalih.

SALAM; Jurnal Sosial & Budaya Syar-I, 7(12), 1123–1142.

Hidayat, S. (2021). Implikasi dan Konsekwensi Nilai-Nilai Local Wisdom (Kearifan Lokal) dalam Kepemimpinan di Era Globalisasi. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(10), 2113–2122.

Kartikasari, W. A., Neviyarni, & Netrawati. (2022). Problematika multikultural dalam pelakasanan layanan konseling kelompok. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 7(1), 49–60.

Khoirina, N. (2018). Pentingnya Pemahaman Nilai-nilai Budaya Lokal dalam Pendekatan Konseling Humanistik. Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling, 2(1), 260–268.

Kusumawardhani, D. (2025). Refleksi Etnografi Filsafat Jawa Rukun Agawe Santosa Dalam Praktik Akuntansi Koperasi PPKDY. EKOMA Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi, 4(5), 8024–8032.

Mahdayenni, Alhaddad, M. R., & Saleh, A. S. (2019). Manusia dan Kebudayaan (Manusia dan Sejarah Kebudayaan Manusia dalam Keanekaragaman Budaya dan Peradaban, Manusia dan Sumber Penghidupan). Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 154–165.

Mufrihah, A. (2014). Implikasi Prinsip Bimbingan dan Konseling terhadap Kompetensi Multikultural Konselor. Jurnal Pelopor Pendidikan, 7(1), 73–86.

Nafilasari, H. I., Indreswari, H., & Muslihati. (2023). Integrasi Nilai Budaya Jawa Tepa Salira daalm Bimbingan Kelompok Teknik Sosiodrama untuk Mengembangkan Empati Peserta Didik. G-COUNS: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(1), 444– 453.

Pratiwiningsih, T. (2020). Nilai Kearifan Ungkapan Budaya Jawa Rukun Afawe Santosa dalam Gagasan Pemikiran Emmanuel Levinas. Jurnal Ilmu Budaya, 8(2), 216–224.

Rahma, D. I., & Sombu, A. S. (2022). Pelestarian Wujud Budaya Jawa pada Struktur dan Konstruksi Masjid Said Naum. RISA: Riset Arsitekstur, 6(4), 404–422.

Ramadhani, L., Jamaris, & Solfema. (2022). Kebudayaan dalam Bimbingan dan Konseling. Jurnal Nusantara of Research, 9(1a), 34–42.

Saragih, I. (2021). Pentingnya Persatuan di Tengah Keberagaman Bangsa Indonesia.

Jurnal Sosial Dan Politik Indonesia, 15(2), 115–130.

Saraswati, D., & Anas, M. (2023). STRATEGI RESOLUSI KONFLIK KELOMPOK

MINORITAS; Studi Konflik Penutupan Kapel di Dau, Kabupaten Malang. Jurnal Sosiologi Agama: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama Dan Perubahan Sosial, 17(1), 121–139.

Setyaputri, N. . (2017). Karakter Ideal Konselor Multibudaya berdasarkan Nilai Luhur Semar. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 2(2), 58–65.

Setyaputri, N. Y., Krisphianti, Y. D., & Nawantara, R. D. (2020). BADRANAYA: Media Inovatif Kultural Untuk Memperdalam Karakter Adil Calon Konselor Multibudaya. Sarmu Untung.

Siregar, R. (2017). Sosial Budaya dalam Konseling Multikultural. Jurnal Hikmah, 11(2), 251–270.

Subroto, T. (2019). Kajian Budaya Jawa dan Implementasinya dalam Kehidupan Sosial. UMS Press.

Suhendri, H. (2017). Pengembangan Instrumen Pengukuran Tenggang Rasa Peserta Didik. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan PGRI, 566–571.

Sulistyarini, & Jauhar, M. (2014). Dasar-Dasar Konseling. Prestasi Pustaka.

Sutikno, U. G., Irmawati, E., & Ahlaina, F. (2018). Pendidikan Karakter Tepa Salira Berbasis Experiental Learning dalam Bimbingan Kelompok. Prosiding Konferensi Pendidikan Nasional, 1(1), 229–235.

Widya, S. N. (2022). Ajaran Kawruh Jiwa dari Ki Ageng Suryomentaram dan

Relevansinya dalam Praktik Konseling. Prosiding Seminar Nasional Bimbingan Dan Konseling, 38–47.

Yurika, R. E., & Nugroho, A. R. B. P. (2022). IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KEBUDAYAAN DALAM PRAKTIK BIMBINGAN DAN KONSELING DI

INDONESIA. Journal of Contemporary Islamic Counselling, 2(1), 23–40.

Yusron, M. Z., Hidayah, N., & Atmoko, A. (2018). Pengembangan Konseling Person Centered Bermuatan Nilai Budaya Sasak. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian Dan Pengembangan, 3(11), 1411–1416.

Downloads

Published

2025-07-30

How to Cite

Kurniawati, A. Y. ., & Rusdiana, F. K. (2025). Model Konseling TERUS: Intergrasi Nilai Tepo Seliro dan Rukun Agawe Santosa dalam Menghadapi Keberagaman Sosial-Keagamaan. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 15(1), 21–30. https://doi.org/10.29080/jbki.2025.15.1.21-30

Issue

Section

Articles