The Globalization of Nothing: Studi Non Services PayLater sebagai New Culture bagi Remaja Rantau di Surabaya

Authors

  • Siti Zumaroh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.15642/jicd.2022.2.2.26-39

Keywords:

teori globalisasi kehampaan, budaya, PayLater bukan pelayanan

Abstract

PayLater merupakan fenomena yang sedang terjadi dikalangan remaja saat ini. Globalisasi yang semakin berkembang dengan pesat membuat teknologi semakin canggih dan banyak inovasi-inovasi baru bermunculan. PayLater merupakan pinjaman online dan termasuk kredit online. Penawaran PayLater yang menarik membuat masyarakat sangat tertarik khususnya dikalangan remaja. PayLater memang sangat mudah digunakan, dalam pendaftarannya tidak membuat pengguna baru kesulitan. Khususnya Remaja Rantau di Surabaya berpendapat bahwa PayLater telah menjadi budaya baru dikalangan mereka sekarang. PayLater dengan mudah masuk dan memiliki daya tarik kuat sehingga menyebabkan berubahnya kehidupan remaja rantau yang ada di Surabaya. Mereka lebih konsumtif karena memang tergiur dengan beli sekarang bayar nanti. Penelitian ini menggunakan teori Globalization of Nothing dengan menggunakan konsep Non Services atau bukan pelayanan. PayLater sendiri termasuk kedalam bukan pelayanan karena hanya memberikan pelayanan lewat virtual dengan menawarkan benefit dari PayLater. 

PayLater is a phenomenon currently occurring among teenagers. Rapidly advancing globalization is leading to increasingly sophisticated technology and the emergence of numerous new innovations. PayLater is an online loan and falls under online credit. The enticing offers of PayLater have captivated the public, especially among teenagers. PayLater is indeed user-friendly, as its registration process does not pose difficulties for new users. Particularly, the Rantau Youth in Surabaya believe that PayLater has become a new culture among them. PayLater easily integrates into their lives and holds a strong allure, leading to a change in the lives of Rantau teenagers in Surabaya. They have become more consumptive because they are enticed by the "buy now, pay later" approach. This research employs the theory of the Globalization of Nothing, using the concept of Non Services, as PayLater falls into the category of non-services, as it only provides virtual services by offering benefits through PayLater.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, C. A., Perbawasari, S., & Budiana, H. R. (2018). CYBERBRANDING SEBAGAI

UPAYA MEMBANGUN BRAND AWARENESS SHOPEE INDONESIA: Chindy Ayu

Anggraini, Susie Perbawasari, Heru Ryanto Budiana. Commed : Jurnal Komunikasi dan

Media, 2(2), 72–86. https://doi.org/10.33884/commed.v2i2.471

Azkia, L. (2019). Globalisasi Sebagai Proses Sosial dalam Teor-Teori Sosial. Tarbiyah : Jurnal

Ilmiah Kependidikan, 8(1), 13. https://doi.org/10.18592/tarbiyah.v8i1.2348

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. 21(1).

Fatria, A. E., & Christantyawati, N. (2018). Pergeseran Merek Smartphone di Indonesia dalam

Perspektif Postmodernisme. Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications

Studies), 2(2). https://doi.org/10.25139/jsk.v2i2.379

Hardhika, R. E. B., & Huda, A. M. (2021). PENGALAMAN PENGGUNA PAYLATER

MAHASISWA DI SURABAYA. 4

Jaya*, R. C., & Triono, S. P. H. (2022). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

KEPUTUSAN KONSUMEN E-COMMERCE MENGGUNAKAN DIGITAL

ACCUMULATED BALANCE PAYMENT SYSTEM (PAY LATER). JURISMA : Jurnal

Riset Bisnis & Manajemen, 12(2), 196–206. https://doi.org/10.34010/jurisma.v12i2.4655

Nur, A. (2020). Hermeneutika Tubuh (Studi Kritis Atas Tayangan Kecantikan Putri

Indonesia). At-Turost : Journal of Islamic Studies, 6(2), 158–172. https://doi.org/10.52491/at.v6i2.43

Nurhalizah, M. E. (2020). PROSES INTEGRASI DAN STRATEGI KOMUNIKASI ALIRAN

PENGHAYAT KAPRIBADEN DI DESA CANDIPARI, SIDOARJO.

Piliang, Y. A. (2012). MASYARAKAT INFORMASI DAN DIGITAL:

Prastiwi, I. E., & Fitria, T. N. (2021). Konsep PayLater Online Shopping dalam Pandangan

Ekonomi Islam. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(1), 425.

https://doi.org/10.29040/jiei.v7i1.1458

Pratama, D. A. N. (2019). TANTANGAN KARAKTER DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN MUSLIM. AL-TANZIM : JURNAL

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM, 3(1), 198–226. https://doi.org/10.33650/altanzim.v3i1.518

Putri, F. A., & Iriani, S. S. (2020). Pengaruh Kepercayaan dan Kemudahan terhadap Keputusan

Pembelian Menggunakan Pinjaman Online Shopee PayLater. Jurnal Ilmu Manajemen, 8(3),

https://doi.org/10.26740/jim.v8n3.p818-828

Rahayu, P. N., Fauziyah, S., Sari, A. R., Herdian, E. V. A., & Aeni, A. N. (2022). Pengembangan

Video Animasi Powtoon Mengenai Hukum Islam Dalam Menganalisis Akad Jual Beli

Online Menggunakan Shopee PayLater Untuk Mahasiswa. Al Qalam: Jurnal Ilmiah

Keagamaan dan Kemasyarakatan, 16(5), 1641. https://doi.org/10.35931/aq.v16i5.1137

Sari, R. (2021). Pengaruh Penggunaan PayLater Terhadap Perilaku Impulse Buying Pengguna

E-Commerce di Indonesia. Jurnal Riset Bisnis dan Investasi, 7(1), 44–57.

https://doi.org/10.35313/jrbi.v7i1.2058

Vania, I. (2021). PENGARUH PROMO SHOPEEFOOD TERHADAP MINAT BELI.

Zahid, A., Sholikhah, R. A., & Mariyam, S. (2022). Mahasiswa Iain Kediri dan Dominasi

Teknologi Herbert Marcuse. RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 3(2),

–182. https://doi.org/10.29303/resiprokal.v3i2.71

Ritzer, George Ritzer. The Globalization of Nothing (Yogyakarta: Universitas Atma Jaya. 2006.

Ritzer, George. McDonaldisasi Masyarakat (Yogyakarta: Pusataka Pelajar. 2014).

Dinata, Chandra Dinata. Konstruksi Sosial Dalam Globalisasi: Independensi Kebijakan Pemerintah Diantara Korporasi dan Civil Society (Universitas Merdeka Malang).

Lestari, Yuliana Intan. “Kebersyukuran Mampu Meningkatkan Subjective Well-Being pada

Remaja Msulim”. Jurnal Psikologi. Vol. 17. No. 1 (Juni 2021).

Ritzer, George Ritzer. Teori Sosiologi Modern (Depok: Prenadamedia Group. 2018).

Syarif, M. Zainul Hasani. Pendidikan Islam dan Moralitas (Jakarta: Kencana. 2020)

Downloads

Published

05-09-2022

Issue

Section

Articles