Pemberdayaan Perempuan Petani Hutan (Pesanggem) Melalui Pengolahan Hasil Hutan Bukan Kayu (Hhbk) Sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan Di Dusun Katikan Desa Katikan Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi
DOI:
https://doi.org/10.15642/jicd.2022.2.2.71-88Keywords:
pemberdayaan perempuan, petani hutan, pemberdayaan ekonomi, pengolahan hasil hutan, Kabupaten NgawiAbstract
Penelitian ini membahas tentang pemberdayaan terhadap perempuan petani hutan di Dusun Katikan, Desa Katikan, Kec. Kedunggalar. Kab. Ngawi, Prov. Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah PAR (Participatory Action Research), yang merupakan metode yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan menjadikan masyarakat sebagai subjek bukan sebagai objek. Strategi yang dilakukan peneliti dalam mengatasi tingginya tingkat kemiskinan petani hutan perempuan karena rendahnya penghasilan pertanian yaitu melalui edukasi dan inovasi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan, mengorganisir terbentuknya Kelompok Usaha Tani, menginisiasi kebijakan desa tentang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan serta mengorganisir sarana pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan. Dalam hal ini, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) difokuskan pada pengolahan hasil panen jagung dan singkong. Hasil dari pemberdayaan yaitu adanya pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan, adanya Kelompok Usaha Tani, adanya kebijakan desa tentang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan, serta adanya sarana pengolahan dan pemasaran hasil pertanian hutan.
This research discusses the empowerment of women forest farmers in Katikan Hamlet, Katikan Village, Kedunggalar Subdistrict, Ngawi District, East Java Province. The method used is Participatory Action Research (PAR), which involves active community participation and treats the community as subjects rather than objects. The researcher's strategies to address the high level of poverty among women forest farmers due to low agricultural income include education and innovation in the processing and marketing of forest agricultural products, organizing the formation of Farmer Group Enterprises, initiating village policies on the processing and marketing of forest agricultural products, and organizing facilities for the processing and marketing of forest agricultural products. In this context, the focus of Non-Timber Forest Products (NTFPs) is on the processing of maize and cassava harvests. The results of empowerment include the processing and marketing of forest agricultural products, the establishment of Farmer Group Enterprises, the presence of village policies on the processing and marketing of forest agricultural products, and the availability of facilities for the processing and marketing of forest agricultural products.
Downloads
References
Affandi, Agus dkk. (2017). Modul Riset Transformatif. Sidoarjo : Dwiputra Pustaka Jaya.
Ahmad, Z. (2020).Dakwah Dan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan.
Ansori, T. “Revitalisasi Dakwah Sebagai Paradigma Pemberdayaan Masyarakat”. Muharrik : Jurnal Dakwah Dan Sosial, 2 (01), 33-044. 2019
Bisri, H. (2016).Ilmu Dakwah. Surabaya : Revka Petra Media.
Eghenter, Cristina dkk (2018). Perempuan, Pangan dan Keanekaragaman Hayati. Indonesia : WWF.
Endang, P,Rini dkk. “Peran Wanita Tani dalam Penerapan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada Usahatani Jagung di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur”. Jurnal Manajemen Agribisnis. Vol.6. No.1, 2014.
Firmansyah, K dkk. Pengenalan Media Sosial dan E-Commerce sebagai Media Pemasaran serta Pengemasan Frozen Food. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2020. 1(1), 43-48.
Hadisto, Alfin & Fitri, Silvia. Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) Untuk Ketahanan Pangan Indonesia. Jurnal Ilmiah Pangan Halal. 1(1).
Hamid, H,. Manajemen Pemberdayaan Masyarakat. Makassar : Dela Macca, 2018.
Handini, Sri,. Pemberdayaan Masyarkat Desa Dalam Pengembangan UMKM Di Wilayah Pesisir. Surabaya : Scopindo Media Pustaka, 2021.
Handito, Doddy dkk. Pendampingan Cara Pengolahan Dan Pengemasan Produk Emping Jagung Untuk Meningkatkan Mutu Dan Daya Jual Produk. Prosiding PEPADU. 2019.1, 83-87.
Hassan, Z, dkk,. Dakwah Pemberdayaan Umat Perspektif Al-Quran. KOMUNIKA : Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 14 (1), 2020, 95-110.
Hidayat, Wahyu (Kepala Desa Katikan) dalam wawancara bersama peneliti pada 2022
Hidayat, Y., & Triharyanto, E. Peningkatan Daya Jual Aneka Produk Olahan Makanan Melalui Teknik Pengemasan Produk. Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis. 2016, 19(10).
I Gst Nym Gde Bidura. Agroforestry Kelestarian Lingkungan. 2017
Jimin,Atmo (Masyarakat Dusun Katikan) dalam wawancara bersama peneliti pada 2022
Masrial, M. Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat. Turast : Jurnal Penelitian dan Pengabdian, 6 (1), 67-78.
Mujaffar, Ahmad. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan. Lombok Tengah : Forum Pemuda Aswaja,
Mulyawan, R,. Masyarakat, Wilayah, dan Pembangunan. Padjajaran : Unpad Press, 2016.
Nasdian, Fredian Tony,. Pengembangan Masyarakat. Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2015.
Nusa, Muhammad Iqbal dkk. Pembuatan Tepung Mocaf Melalui Penambahan Starter dan Lama Fermentasi (Modified Cassava Flour)”. Agrium : Jurnal Ilmu Pertanian, 2015.17(3).
Purbantara, Arif. Modul KKN Tematik Desa Membangun Pemberdayaan Masyarakat Desa. 2019
Rahmat, & Mirnawati, M. Model Participation Action Research Dalam Pemberdayaan Masyaarakat. Aksara : Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 2020. 6(1), 62-71.
Rasyidah, R. Pola Dakwah pada Masyarakat Pedesaan Aceh Barat. Jurnal Al-Ijtimaiyyah, 2017. 3 (2).
Rohadi, Dede dkk,. (2013).Strategi Nasional Penelitian Agroforestri. Bogor : Forda Press,
Rohmah (Wakil Ketua Kelompok Pengajian Al Hikam) dalam wawancara bersama peneliti pada 2022
Saputro, A., dkk. Pengemasan Produk Sebagai Upaya Pengembangan Pemasaran Industri Kerupuk Impala. Jurnal Graha Pengabdian. 2019. 1 (1), 71-77.
Suji. Refleksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan. JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics), vol. 4. No. 2 2010
Suparsit (Ketua Kelompok Mbaon) dalam wawancara bersama peneliti pada 2022
Sutikno (Kepala Dusun Katikan) dalam wawancara bersama peneliti pada 2022
Web Kabupaten Ngawi, “Kondisi Umum Desa Katikan” https://katikan.ngawikab.id/profil/kondisi-umum-desa/ (diakses pada 8 Juni 2022)
Web Kabupaten Ngawi, “Sejarah Desa Katikan” https://katikan.ngawikab.id/profil/sejarah-desa-2/ (diakses pada 9 Juni 2022, pukul 20.00)
Wulandari, Christine,. Agroforestry : Kesejahteraan Masyarakat Dan Konservasi Sumber Daya Alam. Bandar Lampung : Universitas Lampung, 2011.
Zaini, Ahmad. Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan. Jurnal Ilmu Dakwah, 37(2), 2020. 284-341.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Widiyaningrum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright & License
Copyright
Authors published in this journal agree to the following terms:
- The copyright of each article is retained by the author (s) without restrictions
- The journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions
- The author grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution License, allowing others to share the work with an acknowledgment of authorship and the initial publication in this journal.
- Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of published journal versions of the work (for example, posting them to institutional repositories or publishing them in a book), with acknowledgment of their initial publication in this journal
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (For example in the Institutional Repository or on their website) before and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citations of published work
You are free to :
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms :
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.


