Penerapan Teknologi Alternatif Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim untuk Peningkatan Ketahanan Pangan pada Lahan Kering Berbasis Pekarangan
DOI:
https://doi.org/10.15642/jicd.2025.5.2.1-12Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi alternatif yang mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim guna meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui optimalisasi lahan kering berbasis pekarangan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan dampak signifikan perubahan iklim terhadap ketersediaan pangan, terutama di wilayah lahan kering yang rentan terhadap kekeringan dan degradasi lahan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh tahapan penelitian, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, dengan lokasi penelitian di Dusun Sangeng, Desa Balungtawun, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan. Implementasi program difokuskan pada penerapan sistem irigasi hemat air, budidaya tanaman adaptif terhadap kekeringan, dan pengelolaan pekarangan berbasis organik. Hasil proses pengorganisasian adalah perubahan pola pikir dan terbangunnya kemandirian serta penguatan ketahanan pangan rumah tangga melalui penerapan teknologi alternatif mitigasi dan adaptasi lahan kering, yang diwujudkan melalui pendidikan tentang sistem pertanian lahan kering, pembentukan kelompok peduli lahan kering, serta advokasi kebijakan lokal terkait program kemandirian pangan masyarakat dengan memanfaatkan lahan kering berbasis pekarangan. Perubahan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keberlanjutan pangan di tengah perubahan iklim. Temuan ini menegaskan bahwa metode PAR efektif dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan pemberdayaan sosial, sehingga dapat menjadi model pengembangan ketahanan pangan yang relevan diterapkan di wilayah lahan kering lainnya dengan kondisi sosial-ekologis serupa.
Downloads
References
Altieri, M. A., & Nicholls, C. I. (2017). Agroecology: Science and politics. Rugby: Practical Action Publishing.
Altieri, M. A., Nicholls, C. I., Henao, A., & Lana, M. A. (2015). Agroecology and the design of climate change-resilient farming systems. Agronomy for Sustainable Development, 35(3), 869–890.
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Lahan Kering Indonesia 2023. Jakarta: BPS.
Baum, F., MacDougall, C., & Smith, D. (2006). Participatory action research. Journal of Epidemiology & Community Health, 60(10), 854–857.
Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Challenges, potentials and paradigm. World Development, 22(10), 1437–1454.
Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. London: Intermediate Technology Publications.
Chambers, R. (2005). Ideas for Development. London: Earthscan.
Chevalier, J. M., & Buckles, D. J. (2019). Participatory Action Research: Theory and Methods for Engaged Inquiry. Routledge.
FAO. (2017). Climate-Smart Agriculture Sourcebook. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
FAO. (2019). The state of food and agriculture. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
FAO. (2021). The State of Food Security and Nutrition in the World 2021. Rome: Food and Agriculture Organization.
Freire, P. (2005). Pedagogy of the oppressed (30th Anniversary ed.). New York: Continuum.
Hall, B. L. (2005). In from the cold? Reflections on participatory research from 1970–2005. Convergence, 38(1), 5–24.
Herdiansyah, H. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Hidayat, A., Sumarno, & Nursyamsi, D. (2018). Potensi dan Kendala Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 12(1), 13–24.
IPCC. (2022). Climate Change 2022: Impacts, Adaptation and Vulnerability. Cambridge University Press.
Iskandar, D., & Sutisna, N. (2020). Pemberdayaan Masyarakat Petani Melalui Pendekatan PAR. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 5(2), 101–113.
Kementerian Pertanian. (2020). Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020–2024. Jakarta: Kementerian Pertanian RI.
Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Singapore: Springer.
Kindon, S., Pain, R., & Kesby, M. (2010). Participatory Action Research Approaches and Methods: Connecting People, Participation and Place. Routledge.
Korten, D. C. (1980). Community organization and rural development: A learning process approach. Public Administration Review, 40(5), 480–511.
Kurnia, U., Setyorini, D., & Hartatik, W. (2019). Pengelolaan Lahan Kering Berkelanjutan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 13(2), 89–98.
Mata Garuda. (2018). Indonesia 2045: SDM Unggul dan Berdaya Saing. Jakarta: LPDP.
McIntyre, A. (2008). Participatory Action Research. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Pretty, J. (1995). Participatory Learning for Sustainable Agriculture. World Development, 23(8), 1247–1263.
Rahmi, A., Sari, N., & Prasetyo, E. (2021). Teknologi Irigasi Hemat Air pada Lahan Kering. Jurnal Irigasi Indonesia, 16(1), 45–53.
Ridwan, M., Hidayat, A., & Arifin, M. (2018). Varietas Tahan Kekeringan untuk Lahan Kering. Jurnal Penelitian Pertanian, 37(2), 77–85.
Röling, N., & Wagemakers, M. A. E. (1998). Facilitating sustainable agriculture: Participatory learning and adaptive management in times of environmental uncertainty. Cambridge: Cambridge University Press.
Saptana, & Ashari. (2017). Pengembangan Model Pekarangan Pangan Lestari di Lahan Kering untuk Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga. Jurnal Litbang Pertanian, 36(1), 1–10. https://doi.org/10.21082/jp3.v36n1.2017.p1-10
Scoones, I. (2015). Sustainable livelihoods and rural development. Rugby: Practical Action Publishing.
Stringer, L. C., Reed, M. S., Dougill, A. J., Rokitzki, M., & Seely, M. K. (2006). Implementing the UNCCD: Participatory challenges. Natural Resources Forum, 31(3), 198–211.
Suharto, E. (2005). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat. Bandung: Refika Aditama.
Suharto, E. (2014). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Syahyuti. (2016). Optimalisasi lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 34(2), 115–128.
Van den Ban, A. W., & Hawkins, H. S. (1996). Agricultural Extension. Blackwell Science.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Journal of Islamic Community Development

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Copyright & License
Copyright
Authors published in this journal agree to the following terms:
- The copyright of each article is retained by the author (s) without restrictions
- The journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions
- The author grants the journal the first publication rights with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution License, allowing others to share the work with an acknowledgment of authorship and the initial publication in this journal.
- Authors may enter into separate additional contractual agreements for the non-exclusive distribution of published journal versions of the work (for example, posting them to institutional repositories or publishing them in a book), with acknowledgment of their initial publication in this journal
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (For example in the Institutional Repository or on their website) before and during the submission process, as this can lead to productive exchanges, as well as earlier and larger citations of published work
You are free to :
Share — copy and redistribute the material in any medium or format
Adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially
Under the following terms :
Attribution — You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
No additional restrictions — You may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from doing anything the license permits.


