Ketahanan Ekonomi Perempuan melalui Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif

Authors

  • Latifah Widiastutik UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Moh. Ansori UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Kasmuri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.15642/jicd.2025.5.2.13-29

Abstract

Penelitian ini membahas strategi dalam membangun ketahanan ekonomi kelompok perempuan serta keterkaitannya dengan dakwah pengembangan masyarakat Islam. Fokus penelitian diarahkan pada pendampingan komunitas PKK sebagai representasi komunitas perempuan di tingkat dusun. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan yang berorientasi pada pemanfaatan aset atau potensi yang telah tersedia dalam masyarakat untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Melalui metode ini, strategi yang ditempuh difokuskan pada pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), dan aset sosial yang dimiliki komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui proses pendampingan, komunitas PKK mampu mengidentifikasi aset lokal yang paling potensial, yaitu tanaman kelor. Tanaman ini kemudian diolah menjadi produk teh kelor dengan melibatkan anggota PKK dalam setiap tahapan, mulai dari produksi, pengemasan, hingga pemasaran. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK, tetapi juga memberikan tambahan pendapatan yang berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi keluarga. Lebih jauh, penelitian ini memiliki relevansi dengan dakwah pengembangan masyarakat Islam, karena proses pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan keberlanjutan berbasis etika Islam. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pendekatan ABCD dapat menjadi strategi efektif dalam membangun kemandirian sekaligus memperkuat dakwah sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anantanyu, S. (2011). Kelembagaan petani: Peran dan strategi pengembangan kapasitasnya. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (AgriSocioEkonomi), 7(2), 102–109.

Azra, A. (2013). Islam Substantif: Agar Umat Tidak Jadi Buih. Jakarta: Mizan.

Budimanta, A., Prasetijo, A., & Rudito, B. (2008). Corporate Social Responsibility: Alternatif bagi Pembangunan Indonesia. Jakarta: ICSD.

Cameron, J., & Gibson, K. (2005). Participatory action research in a poststructuralist vein. Geoforum, 36(3), 315–331.

Chambers, R. (1997). Whose Reality Counts? Putting the First Last. London: Intermediate Technology Publications.

Cooperrider, D. L., & Whitney, D. (2005). Appreciative Inquiry: A Positive Revolution in Change. San Francisco: Berrett-Koehler.

Cooperrider, D. L., Whitney, D., & Stavros, J. M. (2008). Appreciative Inquiry Handbook: For Leaders of Change (2nd ed.). Brunswick: Crown Custom Publishing.

Dureau, C. (2013). Community development and the politics of community in Indonesia. In S. McGrath & J. Guijt (Eds.), Handbook on Community Development. London: Routledge.

Foot, J., & Hopkins, T. (2010). A Glass Half-Full: How an Asset Approach Can Improve Community Health and Well-being. London: Improvement and Development Agency (IDeA).

Green, G. P., & Haines, A. (2016). Asset Building and Community Development (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.

Hafidhuddin, D. (2014). Manajemen Syariah dalam Praktik. Jakarta: Gema Insani.

Hatu, R. (2010). Konstruksi Sosial dalam Proses Pembangunan Masyarakat. Gorontalo: UNG Press.

Hidayat, A. (2016). Pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Jurnal Ekonomi Kreatif, 4(1), 55–67.

Kemenparekraf. (2015). Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building Communities from the Inside Out: A Path Toward Finding and Mobilizing a Community's Assets. Evanston: Institute for Policy Research, Northwestern University.

Mathie, A., & Cunningham, G. (2003). From clients to citizens: Asset-based Community Development as a strategy for community-driven development. Development in Practice, 13(5), 474–486.

Mathie, A., & Cunningham, G. (2008). From Clients to Citizens: Communities Changing the Course of Their Own Development. Rugby: Practical Action Publishing.

Moser, C. (2003). Gender Planning and Development: Theory, Practice and Training. London: Routledge.

Nugroho, R. (2015). Public Policy. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Pranarka, A. M. W., & Moeljarto, T. (2006). Pemberdayaan: Konsep, Kebijakan dan Implementasi. Jakarta: CSIS.

Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster.

Rahardjo, D. (2010). Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Jakarta: LP3ES.

Russell, C. (2016). Asset-Based Community Development (ABCD): Looking Back to Look Forward. Dublin: Nurture Development.

Sen, A. (1999). Development as Freedom. New York: Alfred A. Knopf.

Snow, D. A., & Mulcahy, M. (2001). Space, politics, and the survival strategies of the homeless. American Behavioral Scientist, 45(1), 149–169.

Sulistiyani, A. T. (2004). Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gava Media.

Ulum, M., & Anggraini, N. (2020). Pemberdayaan masyarakat berbasis aset lokal. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 87–98.

Yunus, M. (2019). Banker to the Poor: Micro-Lending and the Battle Against World Poverty. New York: Public Affairs.

Downloads

Published

27-10-2025

Issue

Section

Articles